Ringan di Koper, Lapang di Hati
Umroh bukan sekadar perjalanan fisik ke Tanah Suci. Ia adalah perpindahan batin dari rutinitas dunia menuju kesadaran yang lebih dalam akan ibadah, makna, dan kerendahan hati di hadapan Allah. Dan seperti semua perjalanan besar dalam hidup, persiapan menjadi kunci utama.
Salah satu hal paling teknis namun sering dilupakan adalah urusan packing. Terlihat sepele, tapi bisa berdampak besar pada kenyamanan selama di tanah haram.
Bayangkan harus repot mencari barang di koper yang berantakan, atau kelelahan menyeret koper terlalu berat saat berpindah hotel. Itulah kenapa Robbani Travel merangkum tips packing khusus umroh — agar perjalanan umroh tak hanya sah secara syariat, tapi juga nyaman dan tenang dari awal sampai pulang.
1. Mulailah dari Apa yang Wajib, Bukan dari Apa yang Menarik
Packing untuk umroh tak sama dengan packing untuk liburan biasa.
Jangan memulai dari “bawa baju mana ya yang bagus difoto,” tapi dari pertanyaan:
“Apa yang aku perlukan untuk beribadah dengan tenang?”
- Kain ihram (2 set, untuk pria), pastikan bersih & mudah dipakai
- Mukena dan gamis panjang (untuk wanita), warna netral lebih disarankan
- Sabuk ihram atau sling bag kecil untuk menyimpan uang, ID, dan HP
- Tas kecil anti air untuk dibawa ke masjid
- Sandal jepit dan sepatu sandal yang empuk (jalan kaki bisa berkilo-kilo di sana)
- Obat pribadi, termasuk yang rutin dikonsumsi
- Pakaian dalam dan kaos kaki secukupnya
Tidak wajib. Di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi tersedia Al-Qur’an dalam jumlah banyak. Tapi, jika terbiasa menggunakan mushaf pribadi atau aplikasi digital untuk tilawah harian, maka boleh dibawa sebagai penunjang ibadah.
Beberapa hal wajib yang perlu disiapkan:
2. Gunakan Teknik Packing Cube atau Kategori Pouch
Untuk menjaga kerapian dan kemudahan saat mencari barang, bagi isi koper ke dalam beberapa kategori:
- Pakaian harian → digulung agar hemat ruang
- Perlengkapan mandi → dimasukkan dalam pouch anti air
- Perlengkapan ibadah → seperti mukena, sajadah kecil, tasbih
- Obat-obatan & perlengkapan medis
- Dokumen penting → paspor, visa, ID card, tiket
Teknik ini akan menghindarkan dari membongkar semua isi koper hanya demi mencari sehelai kaus kaki.
3. Pilih Pakaian yang Ringkas, Cepat Kering, dan Multifungsi
Cuaca di Makkah dan Madinah cenderung panas dan kering. Pilihlah pakaian berbahan adem, menyerap keringat, dan mudah dicuci. Tidak perlu membawa terlalu banyak:
- 3–4 set baju muslim
- 1 jaket tipis untuk malam hari
- Beberapa kaus kaki, dalaman, dan kerudung/ciput
- Baju tidur sederhana
Jangan lupa: banyak jamaah justru membeli baju tambahan di sana. Harga lebih murah, dan bisa sekalian oleh-oleh.
4. Tas Kabin = Kantong Kehidupan
Sering kali bagasi bisa tertunda atau tertukar. Maka, barang penting wajib dibawa di tas kabin, seperti:
- Paspor & dokumen perjalanan
- Kain ihram/mukena cadangan
- Obat pribadi
- Charger & powerbank (maks. 20.000 mAh)
- Pakaian ganti 1 set
- Uang tunai secukupnya
Anggap tas kabin ini sebagai “mini survival kit” untuk hari pertama perjalanan.
5. Sisakan Ruang Pulang
Satu hal yang sering terlupa: ruang untuk pulang.
Saat berangkat, mungkin koper masih setengah isi. Tapi sepulangnya, oleh-oleh, air zamzam, dan kenangan-kenangan kecil dari Tanah Suci akan memenuhi ruang yang tersisa.
Bawa satu tas lipat cadangan yang bisa dilipat kecil saat berangkat, tapi bisa dibuka besar saat pulang. Selain itu, simpan juga beberapa kantong laundry untuk memisahkan pakaian kotor.
6. Jangan Bawa Barang “Kalau-Kalau”
Kalimat “Siapa tahu nanti butuh…” adalah musuh terbesar dalam packing. Jika diri sendiri sendiri ragu akan menggunakan barang tersebut, lebih baik tidak usah dibawa.
Semakin sedikit barang yang dibawa, semakin ringan langkah kaki dan hati selama ibadah. Bawa yang pasti dipakai. Tinggalkan yang hanya dibayangkan.
Packing itu bukan cuma soal teknik, tapi juga soal mindset. Saat kita memilih barang mana yang dibawa dan mana yang ditinggal, sebenarnya kita sedang belajar memilih mana keperluan dunia yang perlu dibawa dalam ibadah, dan mana yang sebaiknya ditanggalkan di luar Tanah Suci. Maka dari itu, siapkan koper dengan hati. Ringan di barang, tapi lengkap fungsinya. Biar waktumu tidak habis mencari barang, tapi habis untuk bersujud.
Robbani Travel – Menjadi Teman Perjalanan Menuju Tanah Suci.


0 Komentar